Berita Terkini

Rabu, 27 Februari 2019

Tips memilih AC Rumah yang Sesuai Kebutuhan



AC bukan lagi elektronik mewah yang hanya dimiliki orang kaya melainkan kebutuhan utama yang wajib hadir di setiap hunian. Pasalnya, suhu udara lembab Indonesia sepanjang tahun mencapai 27-34 derajat celsius membuat tubuh terasa gerah. Agar AC rumah Anda bisa digunakan hingga bertahun-tahun, sebaiknya cuci AC secara rutin ya! 

Selain itu, Anda juga harus mempertimbangkan banyak hal sebelum memilih AC rumah yang tepat berikut ini.

1.    Mengecek kapasitas daya yang ada di rumah
Sebelum Anda membeli sebuah mesin penyegar ruangan, sebaiknya ketahui dulu kemampuan daya listrik di rumah. Jangan sampai Anda salah pilih sehingga kapasitas daya tidak bisa menghidupkan AC yang membutuhkan energi cukup besar. Masalah korsleting listrik bisa saja terjadi akibat ketidaktelitian ini. 

2.    Memperhatikan PK AC
PK adalah satuan kapasitas AC yang mempengaruhi besaran penggunaan listrik di rumah Anda. Sebaiknya Anda menyesuaikan PK AC dengan ruangan yang akan diberikan mesin penyegar ruangan ini. Daya kuda atau satuan kapasitas AC bervariasi mulai 1/2,3/4,1, 1 1/2, 2 hingga 2 1/2.

Hal yang perlu Anda ketahui bahwa semakin besar PK AC yang Anda pilih maka penggunaan listrik juga akan semakin besar. Pilih PK AC yang sesuai agar efektifitas penggunaan mesin penyegar ruangan sebanding dengan luas ruangan rumah Anda. Misalnya AC 1/2 PK=5000 BTU/h yang bisa mendinginkan ruangan maksimal 10 m2.   

3.    Memilih AC inverter
Untuk penggunaan AC di rumah, sebaiknya Anda memilih AC inverter yang memang lebih mahal dibandingkan AC non inverter. AC inverter ini bisa mendinginkan suhu ruangan tertutup secara hemat. Sedangkan AC non inverter lebih banyak digunakan di ruang yang terbuka atau intensitas keluar masuk orang lebih sering. Penggunaan AC non inverter bisa hemat kalau perhitungan PK dan penyetelan suhu dilakukan secara tepat.

4.    Tutup ventilasi dan jendela
Pemasangan AC sebaiknya dilakukan oleh teknisi handal untuk meminimalisir kesalahan. Anda bisa menutup ventilasi atau jendela menggunakan karton atau plastik untuk efisiensi AC. Jangan meletakkan AC di atas pintu dan gunakan pipa dari unit indoor ke outdoor maksimal 15 meter saja.

5.    Memilih fitur AC yang mendukung kesehatan
Jika Anda mencari AC untuk ruangan rumah, sebaiknya pilih AC yang telah didukung fitur keselamatan. Fitur seperti plasma filter bisa membunuh bakteri atau virus hingga 85 persen dalam ruangan. Kalau Anda memiliki anak kecil, sebaiknya memilih AC yang memiliki fitur yang sesuai kebutuhan. 

6.    Memilih tipe dan model AC
Tipe dan model AC sangat bervariasi yang bisa disesuaikan dengan keinginan Anda. Sebaiknya Anda memastikan bahwa desain AC sesuai dengan konsep hunian terlebih dahulu. Anda bisa mencari informasi sebanyak mungkin untuk memilih merek AC yang telah dipercaya masyarakat luas. Gunakan testimoni pelanggan sebelumnya untuk mengetahui kredibilitas AC tersebut mulai layanan hingga garansi produk resmi. 

7.    Merawat AC dengan baik
Tips memilih AC yang tepat sesuai kebutuhan tidak akan berhasil dengan baik kalau Anda melakukan kesalahan dalam merawat AC. Sebaiknya lakukan cuci AC baik filter hingga unit indoor dan outdoor secara berkala untuk menjaga mesin AC tetap awet. Jangan lupa untuk menyetel AC dengan suhu normal atau sebaiknya hindari intensitas mengatur suhu dibawah 22 derajat celsius terlalu sering. Hal ini bisa membuat mesin AC mudah panas lho!

Memilih dan merawat AC yang tepat tentu bisa membantu Anda menghemat pengeluaran termasuk biaya listrik bulanan. Hunian yang segar dan nyaman tentu akan menciptakan lingkungan yang sehat. Pastikan cuci AC baik sendiri atau memakai jasa teknisi agar AC Anda bisa tetap dingin meski digunakan bertahun-tahun ya!


Sabtu, 09 Februari 2019

Cara Menyusui: Kenali Tanda Bayi Lapar atau Kenyang



Cara menyusui dengan teknik yang tepat memungkinkan si kecil bisa menyusu dengan nyaman. Selain mengetahui teknik menyusui, bunda juga perlu meningkatkan pengetahuan lainnya seputar bayi, termasuk mengenali tanda saat bayi lapar maupun kenyang. Memang bukan hal yang mudah menjadi ibu baru. Tak jarang ibu yang baru memiliki anak sampai mengalami stres karena banyaknya hal yang perlu diurus.


Mengetahui cara menyusui yang benar jelas harus dikuasai. Tapi selain itu, bunda juga perlu mengetahui kebiasaan bayi, termasuk ketika bayi lapar dan kenyang,. Dengan begitu, bunda bisa tahu kapan nantinya bayi harus diberi ASI, kapan harus berhenti memberikan ASI dan juga memastikan kandungan nutrisi bayi selalu terpenuhi.

Bunda bisa mengetahui bayi lapar atau kenyang dari isyarat yang diberikan oleh si kecil. Jika bunda sering memerhatikannya, bunda jadi tahu kapan harus menyusui dan kapan harus berhenti memberikan ASI.

Tanda Bayi Lapar
Berikut ini beberapa tanda yang sering diberikan bayi saat lapar dan kenyang.

1.    Menangis
Inilah isyarat utama yang diberikan oleh bayi. Tapi ada berbagai macam jenis tangisan bayi. Kalau bayi lapar biasanya tangisannya pendek, rendah, dan bernada naik turun. Kalau bayi bunda nada tangisannya seperti itu, besar kemungkinan dia lapar. Berarti ini waktunya bagi bunda untuk menyusuinya. 

2.    Gelisah
Gejala dan tanda bayi yang lapar juga bisa dilihat dari gerak-gerik bayi yang gelisah. Sebelum bayi menangis karena lapar, biasanya dia akan rewel dan kemudian menggerakkan mulut serta tangan ke wajahnya.

3.    Menepuk Bibir
Saat bayi merasa lapar, bayi akan menepuk-nepukan tangannya ke bibir. Ini cara mudah yang bisa bunda ketahui. Kalau tangan bayi mulai banyak diarahkan ke area bibir, mungkin saja bayi sedang haus atau lapar.

4.    Buka Mulut
Saat bayi haus atau lapar, bayi juga akan lebih sering membuka mulut. Ini menunjukkan kalau bibir bayi ingin mendapatkan asupan ASI dari bundanya. Memang ini reaksi alami yang dilakukan oleh setiap bayi. Setiap hal yang terkait dengan kebutuhannya akan coba digerakkan. Kalau lapar atau haus, tentu mulutnya yang akan lebih sering digerakkan. 

5.    Tersenyum
Bagi bayi yang berusia 4 bulan, mereka akan tersenyum sebagai respon kalau ingin terus menyusui. Ini merupakan jawaban bahwa bayi menikmati minum ASI dari sang bunda.

Tanda Bayi Kenyang
Saat bayi sudah merasa kenyang, biasanya mereka akan menunjukkan beberapa respon seperti berikut ini. 

1.    Menutup bibir

Saat bayi sudah terlalu merasa kenyang, secara otomatis mereka akan mengatupkan mulutnya. Ya, kalau bisa bicara mungkin bayi itu  akan berkata, "Aku sudah kenyang, Ma". Jadi saat bunda melihat bayi sudah menutup mulutnya ini merupakan respon kalau bayi tak ingin menyusui lagi.

2.    Memalingkan Kepala

Respon lainnya yang ditunjukkan oleh bayi adalah dengan memalingkan kepala. Bayi enggan untuk mendekati sumber ASI. Jika bayi terlihat seperti ini, ini merupakan tanda kalau bayi sudah kenyang. Oleh karena itu, bunda bisa berhenti untuk menyodorkan ASI.  Hindari untuk memaksanya karena bayi bisa kekenyangan.

3.    Berhenti Menghisap
Mungkin ada beberapa bayi yang tetap menempelkan mulutnya pada puting bunda, akan tetapi bunda bisa merasakan kalau isapannya tidak lagi kuat. Ini berarti bayi sudah mulai kenyang namun masih enggan untuk melepas bibirnya. 

Solusinya, bunda bisa menyetop proses menyusui ini. Kalau bayi melepasnya dengan suka rela berarti bayi memang sudah kenyang menyusui.

4.    Tidur
Saat bayi kenyang, kadang bayi bisa sambil tertidur di dekapan bunda. Biasanya durasinya setelah 20 menit menyusui, bayi akan mulai mengantuk dan kemudian tertidur. Ini reaksi alamiah bayi. Bayi memang banyak menghabiskan waktunya untuk tidur. 

5.    Tertarik pada Hal Lain
Saat bayi mulai kenyang, dirinya akan mengalihkan perhatian kepada hal lainnya. Mungkin kepada mainan atau mencoba menjangkau benda-benda yang terdapat di sekitarnya.  Nah, itu menjadi tanda kalau bayi sudah tidak haus lagi dan ingin bermain.

Jika Anda tahu dan memahami isyarat bayi di atas, Anda pun bisa selalu memenuhi kebutuhan bayi dengan baik. Jadi, selain bisa menerapkan cara menyusui yang benar, bunda pun akan memiliki wawasan yang lebih luas agar bisa memberikan kasih sayang terbaik bagi sang buah hati.